Day-8, Jejak Perjuangan Rasulullah di Gua Hira
Bismillah
A moment at Baitullah bersama MMB
Day-8 (Senin, 3 Agustus 2026)
Jejak Perjuangan Rasulullah di Gua Hira
Dini hari, turun dari lokasi Goa Hira di puncak bukit bebatuan. Alhamdulillah walau tidak sampai puncak, dan belum berhasil masuk ke Goa Hira, tapi bisa sampai shelter 1. Posisi Goa Hira, masih jauh tinggi, dengan limit tenaga mak-mak yang mulai kurang jogging, mendaki gunung tanpa persiapan memang sesuatu banget. Hiks....teringat dl sukses mendaki gunung talang dengan persiapan fisik 6 bulan sebelumnya...
Masya Allah fisik Rasulullah dan Bunda Khadijah keren sekali yaa...yang sekarang kita naiki ada versi jalan tanah, ada versi tangga...Rasulullah dengan bebatuan yang terjal, tandus tanpa pohon sama sekali....
Back to me...
Nafas mulai sesak untuk melanjutkan pendakian, saya persilahkan tim untuk duluan mendaki menuju Goa Hira. Jeda, sendiri saya hadirkan bayangan bagaimana 30 hari dilalui Rasulullah di Goa Hira. Bunda Khadijah mengantar makanan di kaki bukit, Rasulullah datang mengambil, bahkan kadang Bunda khadijah antarkan ke gua hira langsung.
Goa Hira menjadi saksi turunnya Wahyu, yang membuat Rasulullah terguncang dan Bunsa Khadijah terus nenguatkan dan meyakinkan Rssulullah.
Belajar dari kisah Goa Hira...terkadang kita terjebak dengan rasa tidak berdaya, dengan berbagai amanah...belum lagi ujian hati, kendali emosi, prasangka dll. Rasulullah berjeda di gua hira untuk refleksi...sehingga akhirnya siap dan ridlo dengan amanah kenabian yang tidak mudah dijalani.
Kesiapan hati kita, keikhlasan, keridloan, memberi tanpa meminta balasan, mengikhlaskan semua prasangka, minta Allah basuhkan luka batin. Berdamai dengan semua rasa sakit, langitkan doa memohon ampunan. Karena, semua ujian yang datang selain sebagai bentuk kasih sayangNya juga teguran cinta dari Allah. Atas keegoisan, kesombongan, merasa lebih baik dari orang lain.....
Datanglah pada Allah, wahai hati yang bergolak. Allah akan memelukmu, menenangkanmu...menyadarkanmu, ini hanya dunia....kendalimu adalah jangan berhenti berbuat baik. Biarkan lelah....lelah mengikutimu...
Di lereng perbukitan Hira akua tergugu, aku tahu yang harus kutundukkan bukan orang lain...bukan persepsi orang lain...tapi diri sendiri, agar tidak menyerah dalam penolakan, bawa semua rasa kecewa, sedih menjadi langit doa.....
Aku tidak akan menyerah ya Allah, dan bergerak dalam kebaikan, menguatkan hati untuk memaafkan....
Gua hira menjadi refleksi diri, perjuangan Rasulullah dan bunda khadijah adalah kisah istimewa yang akan terus hidup dalam jiwaku...
Pagi, dilanjutkan me time ke rumah Allah... Memilih jalur masuk ke mantab melalui feeder mall al Sofwah lumayan lebih dekat dan bisa ngadem. Alhamdulillah lancar masuk depan maktab dan langsung, bergabung thawaf sunnah...
Bisa mendekat ke Kabah.. Bisa menyentuh sedikit sudah bersyukur, ga tega mendesak dan mendorong jemaah lain. Cukuplah rejeki menyentuh Kabah... Dekat dengan hajar Aswad, banyak bapak2 tinggi besar. Duuh menjauh saja ... Ingat postur diri mungil, ga ada pelindung.... Pelindungnya masih tertinggal di Siak Dhony Setiawan ...
Sesuai harapan, setelah thawaf bisa ambil posisi sholat depan maktab... Alhamdulillah sampai dzuhur bisa itikaf, stay dengan tenang dan memandang kabah sepuasnya... Sambil doa.. sambil ngaji.. Sambil kenalan teman baru dari seluruh Indonesia... Ada manda dari medan ada her her dari cengkareng...
.
.
.
Barakallah, Alhamdulillah ya Allah
Assalamu'alaika Ya Rasulullah
Semoga Allah panggil sahabat dan keluarga ke Baitullah, dan beribadah di Masjid Nabawi. Aamiin







Komentar
Posting Komentar